Puisiku
IBU
Kutulis namamu dalam secarik kertas...
Kian hari kian kuingat...
Ketika...bersamamu
Kala itu kau duduk terdiam...
Dengan jiwa yang lemah...
Sungguh...
kau adalah wanita terkuat yang pernah kukenal...
Disaat air mata menetes
Kaulah kapas penghapus
Disaat terluka...kaulah tempat bersandar
Kau tak pernah lelah
Bekerja keras demi keberhasilanku
Tiada henti doamu untukku
Walaupun kau mulai renta
Tak pernah luntur senyum tulusmu....
Yang Dilupakan
Seandainya waktu bisa ku ulang
Ku takkan seperti ini
Dulu dia hadir memberiku semangat
Tapi ku hiraukan
Saat ku jatuh dialah penolongku
Saat ku rapuh dialah penguatku
Kini tak pernah kudengar kata itu...
Sekarang yang ada hanyalah....benci
Ku sadar itu takkan kembali
Sama seperti kaca yang retak
Berguna saat dibutuhkan
Jika rusak akan dilupakan
Waktunya kupejamkan mata ini
Mengingat yang seharusnya tidak perlu diingat
Mungkin waktu tak bisa diulang
Tapi itu kan slalu kuingat
Teruntukmu Sahabat
Tawamu menjadi semangatku
Sedihmu menjadi kesedihanku
Walaupun berbeda...
Ku yakin ada satu persamaan
Bukan hanya itu
Disini kan ku tulis ceritamu
Kisah awal perjumpaan kita
Saling mengenal...lalu bersama
Walau hanya sebuah tulisan
Namun tak bisa diungkapkan dengan perkataaan
Perbedaan itulah yang membuat kita bersama
Perbedaan itu juga yang membuat cerita kita berwarna
Created by: NA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar